Archive for the ‘Pemilu Indonesia 2009’ Category

Patung Obama di Taman Menteng dan Jati Diri Bangsa

Tuesday, December 15th, 2009

patungobama Akhir pekan yang lalu saya terhenyak membaca sebuah berita di kolom kecil sebuah harian terbitan ibukota: sebuah patung Obama –sang Presiden Amerika sat ini — resmi jadi ‘penghuni” Taman Menteng Jakarta Pusat. Patung perunggu Obama yang digambarkan berkaos, bercelana pendek, bersepatu kets dan memegang kupu-kupu ditangan kirinya dengan total ketinggian 2 meter ini dirancang oleh seniman Leo Angelo dan dipahat oleh pematung Edi Chaniago. Di dasar patung tertuliskan kata-kata kenangan dari Obama bagi anak-anak Indonesia:

“The future belongs to those who believe in the power of their dreams”.

Pesan yang amat indah dan inspiratif. Terutama dalam upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa.

Patung yang pendiriannya digagas oleh yayasan “Friends Of Obama” ini diberi nama “Barry Dream Statue” dan diharapkan dapat menginspirasi anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi dan meraihnya seperti yang berhasil dicapai oleh Barrack Obama, yang pernah tumbuh dan berkembang melewati beberapa tahun masa kecilnya di Jakarta dan bersekolah di SDN 01 Jak Pus – di jalan Besuki tak jauh dari lokasi Taman Menteng ini.

Patung yang indah dan membawa pesan yang indah dan inspiratif. Follow Your Dream! And make it happen. Gak ada yang salah dengan pernyataan itu kan? Tapi betulkah bisa jadi inspirasi bagi usaha Mengembalikan Jati Diri Bangsa?

Jujur-jujur, menurut saya pribadi “inisiatif manis” tersebut rada “berlebihan”. Memilih Obama jadi tokoh inspiratif boleh-boleh saja, apalagi dia saat ini ada lah seorang Presiden Amerika, negara adidaya. Bila ia menjadi Presiden di negara antah berantah non-adidaya, akan kah kita sebangga itu?? Tapi pertanyaan besarnya sesungguhnya adalah: apa sih sebetulnya yang kita — bangsa Indonesia — banggakan dari seorang Obama? Mematungkan dia (hi3x..istilah asal ajah) hanya karena dia pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia (baca: Jakarta)? Apalagi bila seorang Mantan Wakil Presiden dan seorang Wali Kota Jakarta Pusat menghubungkannya dengan “keberhasilan sistem pendidikan Indonesia”, seperti yang dikutip beberapa media massa. Waaahhhh …. Lebay.com.. Indonesia hahaha :D

Ditengah berbagai persoalan yang sedang melanda republik tercinta ini, kontroversi tentang keberadaan patung Obama di sebuah sudut Taman Menteng terasa “sepele”. Di lain pihak, bila Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah sebuah keniscayaan, maka mencintai , menghargai dan bangga terhadap apa yang kita miliki adalah langkah kecil namun penting untuk dilakukan, terlepas dari segala kekurangan yang pastinya masih ada. Dan seruan para Face Bookers — yang konon punya andil besar dalam menyuarakan suara rakyat dalam kasuk KPK/Bibit-Chandra — kali ini pun sekali lagi perlu disimak baik2 : Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng. Bangsa Indonesia punya banyak tokoh inspiratif, yang menanam mimpi lalu menuainya jadi kenyataan. Mungkin bukan seorang Presiden Amerika, namun yang jasanya nyata bagi Indonesia. Dan tentunya, lebih layak buat dapat tempat yang terhormat di sudut Taman Menteng kebanggaan warga Ibu Kota!!

Satu, Dua, Tiga… Payah Semuanya

Tuesday, July 7th, 2009

capres-cawapresGambar pasangan Capres dan Cawapres mana yang teman2 harapkan akan terpampang di dinding kantor-kantor, sekolah-sekolah dan tempat-tempat lainnya selama 5 tahun mendatang? Pasangan nomer 1 (Megawati-Prabowo), atau pasangan nomer 2 (Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono) atau pasangan nomer 3 (Jusuf Kalla – Wiranto)?

Sampai kira-kira 3 bulan yang lalu, saya masih berharap gambar pasangan SBY – JK yang akan saya lihat selama 5 tahun mendatang. Sayangnya, SBY dan JK memilih bercerai! Uhh .. kuciwa deh. Lalu, pasangan mana yang akan saya pilih sekarang? Saya mengamati dengan cermat sepak terjang ketiga pasangan capres-cawapres ini selama masa Kampanye Damai. Masing-masing pasangan berlomba menampilkan citra dan program terbaiknya. Alhamdulillah, selama masa kampanye tak terjadi kerusuhan fisik. Namun, adu sindir, adu claim siapa yang paling berperan dan berjasa, adu melecehkan adalah sisi lain dari kampanye pilpres kali ini. Mungkin cara ini bagian dari yang disebut ‘demokrasi’ ya? :D

Jujur-jujur, walau saya berharap dan akan sangat bangga bila republik ini dipimpin oleh seorang perempuan, Megawati nggak akan pernah masuk dalam pilihan saya. Saya mengagumi menghormati ayahnya — sang proklamator dan Presiden pertama RI: Soekarno — namun, Megawati Soekarnoputri BUKAN Soekarno. Seandainya saja Mega memiliki 10% saja dari kualitas seorang Soekarno, maka mungkin ( mungkin lhoooo) saya akan mempertimbangkan untuk memilih Mega.
(Catatan: saya lebih suka Prabowo jadi Capres.. he3x.. sayangnya beliau memutuskan lebih baik kalah sebagai cawapres)

SBY, mungkin masih merupakan pilihan yang baik. Sayangnya ‘blunder-blunder’ yang dilakukan oleh orang2 kepercayaannya membuat saya agak “gamang”. Komunikasi politik yang disiapkan tim kampanye SBY “kurang cerdas”, tidak “talk to the heart”. Padahal, dalam posisinya yang lumayan ‘diatas angin’ kampanye yang defensif dan otoritatif malah mengurangi nilai SBY. Setidaknya demikian di mata saya .. he3x.

Pasangan nomer 3, konon memiliki daya tarik tersendiri. JK yang pandai bersilat lidah sering menuai applause. Dan bagi sebagian orang, isteri mereka yang berbusana muslim (baca: berjilbab) jadi alasan yang dirasa tepat untuk memilih. Awalnya, saya menyukai gaya JK yang berbeda dari SBY. Namun sungguh saya terheran-heran ketika beliau tak segan mencitrakan bahwa program pemerintah yang berhasil adalah karena jasa beliau, sedangkan yang tidak berhasil semata-mata kesalahan pemerintah (baca: pemerintah SBY) seolah beliau bukan merupakan bagian dari pemerintah tersebut :D

Alhamdulillah saya sudah menerima undangan untuk mencontreng sejak jauh-jauh hari. Dan saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa sejelek apa pun pilihan yang tersedia, saya tak akan menjadi Golput!! Pasangan manakah yang akan saya pilih besok? Masih ada beberapa jam lagi untuk menimbang dan saat ini nada sebuah lagu terus berulang di benak saya:

    Satu
    Dua
    Tiga
    Sayang Payah Semuanyaaaa




Do Your Best Tukang Nggame

Monday, June 29th, 2009

Do your best Tukang Nggame ! Berikan yang terbaik yang kau bisa, and then Let it be Tukang Nggame, because this is your last chance, setelah itu ngga ada lagi ceritanya for “Being Tukang Nggame“  Wish you all the best pak Mars !

Ini postingan dalam rangka dukungan kepada teman kami dari FBG menghadapi saat-saat terakhir menjadi Tukang Nggame

Doa kami menyertai pak mars… Salam FBG !

SBY – JK Bercerai, Janji Saling Menghormati

Sunday, April 26th, 2009

sby-jk-cerai SBY_JK Bercerai!
Demikian bunyi headline salah satu harian terbesar di Indonesia beberapa hari yang lalu, yang sungguh amat sangat jauh dari semangat Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Lebih mirip dengan judul yang biasa ditulis besar-besar oleh tabloid gosip infotainment.. he3x.

Judul itu sejatinya bermakna: Partai Golkar- Partai Demokrat batal berkoalisi. Dan berita “perceraian” ini segera saja diikuti dengan berita-berita kesibukan para petinggi Partai berlambang pohon beringin itu “sowan” kesana-kemari untuk membangun “komunikasi politik” dan menyatakan kesiapan membangun koalisi baru, bahkan dengan partai yang “berseberangan” sekalipun. Dan sang Ketua Umum, sejak itu nyaris tenggelam dalam kesibukan barunya itu ketimbang menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden, terang-terangan melakukan “selingkuh” politik dari sang Presiden. Muaranya: siap berhadapan sebagai Capres dalam Pemilu Capres yang akan datang! (more…)