Siapa yang ga suka coklat? Kalau saya, suka banget! Kalau hati sedang galau seperti sekarang, coklat adalah sahabat yang setia menemani saya. Galau? Iya nih….soale halaman Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 saya, tiba2 menghilang dari halaman pertama tempatnya nangkring sejak diluncurkan.. hiks. Sedang diajak menemani paman Google jalan-jalan di pagi hari yang hujan ini kali yah :D Smoga cepat kembali “ke jalan yang benar” deh :D

Wakz..koq jadi curhat sih. Kembali ke laptop masalah coklat. Sejak lama coklat dikenal mempunyai khasiat yang khusus. Bagi suku Aztec dan Maya di Mexico di abad 16 misalnya, coklat dipercaya merupakan minuman yang berasal dari surga, yang dikirim oleh Dewa Pertanian untuk mereka. Beragam penelitian dizaman modern menemukan bahwa beberapa zat yang terkandung dalam coklat — dengan catatan disertai dengan pola hidup dan pola makanan yang sehat — mempunyai efek yang positif terhadap tubuh kita. Diantaranya adalah: membuat kulit muka bercahaya dan awet muda, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker, dan banyak lagi.

Khusus dampak coklat yang berhubungan dengan perilaku/suasana hati (mood) galau seperti yang sedang saya alami, ada yang disebut dengan “chocolate craving”. Yaitu kerinduan akan coklat karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb.

Suatu substansi mirip amphetamine dalam prosesnya pada gilirannya mampu memunculkan perasaan senang dan perbaikan suasana hati dan ada yang berkhasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta, hati berbunga-bunga. (Sumber: Kolom Pakar Pinter, kolom.pacific.net.id)

“Penemuan” paling terkini yang akan mendongkrak pamor coklat adalah Kampanye dangan coklat bergambar lambang partai. Adalah seorang Lasti Martina yang mencoba mencari tambahan penghasilan dengan membuat coklat rumahan. Ditengah krisis ekonomi dan persaingan yang ketat, Lasti dengan amat jeli menangkap peluang momentum Pemilu legislatif pada April 2009 yang akan datang.

Banyaknya partai peserta Pemilu yang berlomba mempromosikan partainya dengan berbagai cara, menginspirasinya untuk membuat coklat dengan lambang partai. Memulainya dengan modal hanya Rp.500ribu, ternyata kreasi yang dijual dengan harga Rp. 4ribu mendapat sambutan yang luar biasa.

coklat-untuk-kampanye-damai-pemilu-2009 Bila Lasti berharap mendapat keuntungan dari cokelat berlambang partai ini, kita boleh berharap “chocolate craving” effect bisa menciptakan rasa aman dan damai selama masa Kampanye Pemilu Indonesia 2009.

Dan masyarakat dapat menentukan (dan gak Golput) Caleg yang sesuai dengan aspirasi mereka tanpa rasa takut dan tekanan.

Coklat yang saya makan sudah habis, dan hati saya yang damai :D berharap halaman Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 saya telah kembali ‘kejalan yang benar”. Amiiiin.