Satu, Dua, Tiga… Payah Semuanya

capres-cawapresGambar pasangan Capres dan Cawapres mana yang teman2 harapkan akan terpampang di dinding kantor-kantor, sekolah-sekolah dan tempat-tempat lainnya selama 5 tahun mendatang? Pasangan nomer 1 (Megawati-Prabowo), atau pasangan nomer 2 (Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono) atau pasangan nomer 3 (Jusuf Kalla – Wiranto)?

Sampai kira-kira 3 bulan yang lalu, saya masih berharap gambar pasangan SBY – JK yang akan saya lihat selama 5 tahun mendatang. Sayangnya, SBY dan JK memilih bercerai! Uhh .. kuciwa deh. Lalu, pasangan mana yang akan saya pilih sekarang? Saya mengamati dengan cermat sepak terjang ketiga pasangan capres-cawapres ini selama masa Kampanye Damai. Masing-masing pasangan berlomba menampilkan citra dan program terbaiknya. Alhamdulillah, selama masa kampanye tak terjadi kerusuhan fisik. Namun, adu sindir, adu claim siapa yang paling berperan dan berjasa, adu melecehkan adalah sisi lain dari kampanye pilpres kali ini. Mungkin cara ini bagian dari yang disebut ‘demokrasi’ ya? :D

Jujur-jujur, walau saya berharap dan akan sangat bangga bila republik ini dipimpin oleh seorang perempuan, Megawati nggak akan pernah masuk dalam pilihan saya. Saya mengagumi menghormati ayahnya — sang proklamator dan Presiden pertama RI: Soekarno — namun, Megawati Soekarnoputri BUKAN Soekarno. Seandainya saja Mega memiliki 10% saja dari kualitas seorang Soekarno, maka mungkin ( mungkin lhoooo) saya akan mempertimbangkan untuk memilih Mega.
(Catatan: saya lebih suka Prabowo jadi Capres.. he3x.. sayangnya beliau memutuskan lebih baik kalah sebagai cawapres)

SBY, mungkin masih merupakan pilihan yang baik. Sayangnya ‘blunder-blunder’ yang dilakukan oleh orang2 kepercayaannya membuat saya agak “gamang”. Komunikasi politik yang disiapkan tim kampanye SBY “kurang cerdas”, tidak “talk to the heart”. Padahal, dalam posisinya yang lumayan ‘diatas angin’ kampanye yang defensif dan otoritatif malah mengurangi nilai SBY. Setidaknya demikian di mata saya .. he3x.

Pasangan nomer 3, konon memiliki daya tarik tersendiri. JK yang pandai bersilat lidah sering menuai applause. Dan bagi sebagian orang, isteri mereka yang berbusana muslim (baca: berjilbab) jadi alasan yang dirasa tepat untuk memilih. Awalnya, saya menyukai gaya JK yang berbeda dari SBY. Namun sungguh saya terheran-heran ketika beliau tak segan mencitrakan bahwa program pemerintah yang berhasil adalah karena jasa beliau, sedangkan yang tidak berhasil semata-mata kesalahan pemerintah (baca: pemerintah SBY) seolah beliau bukan merupakan bagian dari pemerintah tersebut :D

Alhamdulillah saya sudah menerima undangan untuk mencontreng sejak jauh-jauh hari. Dan saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa sejelek apa pun pilihan yang tersedia, saya tak akan menjadi Golput!! Pasangan manakah yang akan saya pilih besok? Masih ada beberapa jam lagi untuk menimbang dan saat ini nada sebuah lagu terus berulang di benak saya:

    Satu
    Dua
    Tiga
    Sayang Payah Semuanyaaaa




sby-jk-cerai SBY_JK Bercerai!
Demikian bunyi headline salah satu harian terbesar di Indonesia beberapa hari yang lalu, yang sungguh amat sangat jauh dari semangat Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Lebih mirip dengan judul yang biasa ditulis besar-besar oleh tabloid gosip infotainment.. he3x.

Judul itu sejatinya bermakna: Partai Golkar- Partai Demokrat batal berkoalisi. Dan berita “perceraian” ini segera saja diikuti dengan berita-berita kesibukan para petinggi Partai berlambang pohon beringin itu “sowan” kesana-kemari untuk membangun “komunikasi politik” dan menyatakan kesiapan membangun koalisi baru, bahkan dengan partai yang “berseberangan” sekalipun. Dan sang Ketua Umum, sejak itu nyaris tenggelam dalam kesibukan barunya itu ketimbang menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden, terang-terangan melakukan “selingkuh” politik dari sang Presiden. Muaranya: siap berhadapan sebagai Capres dalam Pemilu Capres yang akan datang! Read the rest of this entry

Pemilu 2009 – 2 hari lagi

pemilu2009-2hari-lagiSudah 2 hari ini Kampanye Damai Pemilu 2009 memasuki “Minggu Tenang”, yaitu periode dimana Partai-partai peserta pemilu tidak lagi diperbolehkan melakukan kampanye. Bahkan, dari sumber di detik.net, ternyata berkampanye mengingatkan teman dan kerabat untuk memilih partai atau caleg tertentu melalui “status” di FaceBook atau melalui SMS-pun dilarang :D

Namun mengingatkan temans melalui tulisan di blog Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 ini, saya yakin bukanlah pelanggaran :D Cuma sekedar mengingatkan kaaan :D Read the rest of this entry

Halo aku Gaia, ini kontes SEO pertama saya & tujuan ikut kontes ingin belajar SEO dari pada master. Karena sepertinya SEO ini sangat menarik, kebetulan ada kontes SEO dari Pogung, namanya Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, pastinya seru dan saya tidak berharap banyak cuma jadi Juara Pertama aja…hehehe. Read the rest of this entry